Blue Flower

Normal 0 false false false EN-US ZH-CN X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Perkembangan teknologi tentu saja dipengaruhi oleh adanya konvergensi media. perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi banyak hal, mulai dari sosial hingga ekonomi. Saat ini setiap orang sangat susah untuk bisa terlepas dari teknologi, terutama teknologi digital. Beberapa waktu belakangan ini sering kita dengar istilah “lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan handphone”, mengapa istilah ini bisa tercipta? Insitalah tersebut secara tidak langsung adalah efek dari konvergensi media, dengan handphone, seseorang dapat melakukan berbagai hal, mereka dapat mencari, menerima, dan memberikan informasi dengan handphone,  tidak hanya itu, kita juga dapat menghibur diri dengan mendengarkan music dan bermain games¸ selain itu kita juga dapat dimudahkan dalam hal menghitung dengan adanya aplikasi kalkulator yang ada pada handphone kita.

Jika seseorang saja sangat tergantung dengan teknologi dengan segala kemudahannya, lalu bagaimana pengaruh teknologi untuk sebuah perusahaan? Perusahaan saat ini telah banyak yang menganut sistem digital, salah satunya adalah bisnis surat kabar. Jika dulu kita membaca surat kabar dengan ukuran yang sangat lebar dan terbuat dari kertas, sekarang kita dapat membaca berita melalui gadget kita masing-masing, dengan ukuran yang jauh lebih kecil sehingga dapat kita baca dimana saja. Ini adalah salah satu alasan sebuah perusahaan media mulai merambah bentuk digital.

 Perusahaan yang mengembangkan bisnis surat kabar digital adalah PT. Visi Media Asia atau yang lebih kita kenal dengan Viva Group. Perusahaan ini memilih tidak mencetak koran dalam bentuk fisik (koran cetak) namun mengembangkan sistem digital selain bisnis televisi. Dalam operasinya, Viva menerapkan strategi Tiga Pilar yang telah terbukti efektif secara signifikan meningkankan kinerja, Startegi Tiga Pilar tersebut yaitu, micro targeting strategy to produce unique contents, The Low-cost high impact strategy in content development, dan Innovative customer experience towards media convergence.  Micro targeting strategy to produce unique contents maksudnya Viva bersama anak perusahaannya menargetkan secara spesifik orang yang mengkonsumsi beritanya, contohnya TvOne yang ditargetkan sebagai TV berita dan pernah menjadi stasiun TV berita nomor satu di Indonesia. Sementara ANTV ditargetkan untuk ibu-ibu dan anak-anak, namun terkadang ditargetkan juga untuk pencinta olah raga dengan program-program olah raganya. Dan yang terakhir adalah Viva.co.id, memiliki banyak portal-portal berita. The Low-cost high impact strategy in content development, untuk konten yang akan ditayangkan, terutama di TV adalah hasil dari membeli produksi orang lain bukan hasil produksi sendiri. Innovative customer experience towards media convergence, VIVA terus memperluas platform untuk mendistribusikan isinya dan memenuhi kepentingan khalayak yang lebih luas di Indonesia dengan memanfaatkan internet sehingga penghasilan dari iklan semakin banyak.

Dalam menerapkan strategi Tiga Pilar ini tentu ada teknis tertentu yang dikembangkan oleh PT. Visi Media Asia. Mereka mengembangkan sistem kabel dan sistem nirkabel secara bersamaan, contohnya stasiun TV biasa dan sekaligus mengembangkan sistem televise berbayar yaitu Viva+, selain itu berita yang ditayangkan di TV juga dapat kita akses melalui viva.co.id, tak jarang juga tayangan program di TV di tayangkan di youtube walaupun bukan resmi dari pihak Viva, namun itu dapat menunjang bisnisnya. Media yang digunakan juga dikombinasikan antara yang mobile dan statis, contohnya adalah TVone dan ANTV yang hanya dapat kita akses melalui media statis yaitu TV dan viva.co.id untuk media mobilenya, viva.co.id dibuat untuk dapat memberikan informasi kepada publiknya saat mereka sedang menjalankan aktivitasnya. Hal tersebut berpengaruh pada laju informasi yang dituntut semakin cepat sehingga proses produksi, distribusi, dan konsumsinya harus berjalan dengan cepat, bahkan bersamaan. Jika dulu seorang wartawan hanya dapat memproduksi berita dengan wawancara, observasi dan sebagainya, setelah melalui proses yang panjang baru dapat di distribusikan, dan mengkonsumsi data untuk memperkaya informasinya. Proses distribusi juga semakin lebih cepat dan semakin banyak media yang digunakan karena adanya konvergensi media.

Dari adanya konvergensi media, arus informasi semakin cepat. Namun tidak semua pihak menganggap efek konvergensi media yang satu itu sebagai efek yang positif. Menurut Bre Brenda, para wartawan media cetak seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, para wartawan seperti penumpang kapal yang kian dekat menuju akhir hayatnya. Memang ada beberapa perbedaan antara wartawan konvensional dengan wartawan media digital, dari cara pengumpulang informasi, verifikasi, dan distribusi. Terutama dalam hal verifikasi, media cetak memiliki proses yang panjang dan sangat selektif, karena berita yang sudah dipublikasikan hanya dapat di klarifikasi paling cepat di hari berikutnya, tidak seperti media online dan digital yang dapat merubah dan mengklarifikasi berita dalam waktu yang singkat, TVOne sendiri pernah melakukan pelanggaran yang dilakukan secaraa tidak sengaja dengan menayangkan  gambar korban bom Sarinah secara terang-terangan. Dalam pencarian informasi, di era konvergensi media seperti sekarang, wartawan dapat membuat sebuat berita hanya dari beberapa sumber yang mereka dapatkan di internet, sementara menurut wartawan media cetak mereka sangat menghargai proses wawancara bersama narasumber karena dirasa akan lebih mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat melihat symbol-symbol non-verbal dari narasumber dan itu akan memperdalam investigasi.

Konvergensi memberikan banyak manfaat bagi kita, namun dengan segala kemudahan yang ditimbulkan seharusnya kita lebih berhati-hati agar informasi yang disajikan lebih dapat dipercaya dan tidak menimbulkan kepanikan. Bisnis di era konvergensi media seperti saat inimemang sangat digiurkan pada rating dan keuntungan, namun harus tetap mengutamakan kepentingan dan kepercayaan publik.

 

 

Normal 0 false false false EN-US ZH-CN X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Referensi :

Renada, Bre. 2015.Inilah Senjakala Kami (diakses pada 22 Maret 2016, pukul 20.00)

                http://print.kompas.com/baca/2015/12/27/Inikah-Senjakala-Kami

PT. Visi Media Asia.2015.Coorporate Overview (diakses pada 22 Maret 2016, pukul 20.00)

                http://www.vivagroup.co.id/about-us/corporate-overview/

 

 

 

Normal 0 false false false EN-US ZH-CN X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

                                                                                                        Jegeg Tribhuwana Ekadewi Sudjana

                                                                                                                                1406541966